29 Agustus 2026 - 05:58
Persatuan Umat Islam adalah Jalan Menghadapi Konspirasi Musuh

Wakil Ketua Dewan Tinggi Syiah Lebanon menyatakan bahwa keteguhan Iran dalam menghadapi para musuhnya lahir dari persatuan yang ditekankan dalam Al-Qur’an.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Syekh Ali al-Khatib, Wakil Ketua Dewan Tinggi Syiah Lebanon, dalam pembukaan Konferensi Persatuan Islam ke-40 mengatakan bahwa umat Islam saat ini menghadapi berbagai tantangan peradaban yang telah menggerus banyak potensi dan kekuatan umat.

Ia mengatakan bahwa di balik berbagai konspirasi tersebut terdapat pihak-pihak yang menurutnya tidak mengakui hak-hak manusia, sementara para pendukung mereka juga turut terlibat dalam upaya tersebut.

Menurut Syekh Ali al-Khatib, berbagai konspirasi musuh seharusnya semakin mendorong umat Islam untuk berpegang teguh pada risalah Nabi Muhammad SAW, yang menurutnya merupakan rangkuman dari akhlak dan segala bentuk kebaikan.

Ia melanjutkan bahwa saat ini Republik Islam Iran mampu bertahan menghadapi musuh melalui gagasan-gagasan luhur kontemporer yang bersumber dari pemikiran mendiang Pemimpin Iran, disertai penerapan prinsip-prinsip Islam.

Menurutnya, melalui kebijakan ekonomi resistensi, Iran juga telah ikut membentuk peta jalan baru di kawasan Timur Tengah.

Menyinggung momentum Pekan Persatuan, Syekh Ali al-Khatib mengatakan bahwa situasi tersebut patut dilihat sebagai pertanda positif. Ia kembali menegaskan bahwa keteguhan Iran dalam menghadapi para musuhnya bersumber dari persatuan yang ditekankan Al-Qur’an.

Wakil Ketua Dewan Tinggi Syiah Lebanon itu menambahkan bahwa kondisi dunia Islam saat ini menuntut umat Muslim untuk semakin memperkuat persatuan dan berdiri bersama.

Menurutnya, dengan persatuan, umat Islam dapat menghadapi para musuh, mengatasi berbagai tantangan dan persoalan, serta melalui dialog yang konstruktif di tingkat dunia Islam merumuskan langkah-langkah praktis untuk memperkuat persatuan dan menghadapi segala bentuk agresi.

Di bagian akhir pidatonya, Syekh Ali al-Khatib mengutip salah satu pernyataan mendiang Pemimpin Revolusi Iran:

“Bagaimana mungkin dengan keberadaan dua miliar Muslim kita tidak mampu menjadi satu umat? Padahal jika kita bergerak dalam satu arah, kita akan mampu menjadi umat yang satu.”

Al-Khatib menambahkan bahwa mendiang Pemimpin Iran senantiasa menekankan pentingnya menghimpun dan mengerahkan seluruh potensi negara-negara Islam untuk menghadapi berbagai konspirasi musuh.

Menurutnya, perpecahan di antara umat Islam justru membuka peluang bagi musuh untuk bertindak terhadap negara-negara Muslim.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha